Lailatul Qadar: Meraih Kemuliaannya

Lailatul Qadar adalah istilah dalam bahasa Arab yang artinya adalah “Malam Kemuliaan” atau “Malam Kebijaksanaan”. Lailatul Qadar merujuk pada malam yang sangat penting dan diberkati di bulan suci Ramadan. Dalam surah al qadr di atas menjelaskan bahwa pada malam itu para malaikat dan ruh turun ke bumi sampai menjelang fajar.

Malam Lailatul Qadar adalah suatu malam ketika ayat-ayat pertama dari Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril. Termasuk para Nabi pendahulu, menerima wahyu pun di malam lailatur qadar ini. Pada malam ini, umat Islam memiliki kesempatan untuk mengubah takdirnya menjadi lebih baik melalui napak tilas diri dan bermunajat kepada Allah swt.

Lailatu al Qadr merupakan malam yang sangat diberkati, di mana pahala dari amal kebaikan dilipatgandakan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk melakukan ibadah dan amal kebaikan pada malam ini, seperti membaca Al-Quran, berzikir, dan berdoa.

||  Baca Juga: Nuzulul Qur’an itu Perintah Membaca

Meskipun tidak diketahui secara pasti kapan malam Lailatu al Qadr jatuh, kita dapat menggapainya pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan). Selaku umat Islam, kita dapat memanfaatkan momentum ini untuk berdoa dan beribadah pada malam Lailatul Qadar untuk memperoleh keberkahan, ampunan, dan hidayah dari Allah SWT.

Makna Lailatul Qadar

Mengacu pada surah al Qadr [97] sebagaimana gambar di atas, juga dijelaskan dalam beberapa kitab tafsir, serta merujuk pada teks “al-qadr” paling tidak lailatul qadar bermakna:

Pertama, malam penetapan. Lailatu al qadr adalah malam penetapan Allah atas perjalanan umat manusia melalui pemberian guide atau bimbingan berupa wahyu. Ulama yang berpendapat demikian berdalil dengan Surat Ad Dukhan ayat 3-4.

Kedua, pengaturan. Pada lailatu al qadr, Allah mengatur khittah atau strategi bagi Rasulullah guna mengajak manusia kepada kebajikan. Lebih jauh, tentu kita dapat memanfaatkan kemuliaan malam ini untuk mengatur jiwa kita untuk lebih jernih dan bersih menuju kebaikan.

Ketiga, kemuliaan. Allah menurunkan Al-Qur’an pada malam yang mulia. Sebagaimana kita tahu, malam mulia ini adalah waktu di mana Allah swt. menurunkan kemuliaan. Kemuliaan pertama adalah kitab suci petunjuk bagi kemuliaan hidup manusia dan umat Islam pada khususnya.

Lebih dari itu, ibadah di malam ini memiliki nilai tambah berupa kemuliaan dan ganjaran yang berbeda dengan malam-malam lainnya. Teks dalam surah al qadr di atas berbunyi, “lebih baik daripada seribu bulan.”

||  Baca Juga: Shalat Tahajud dan Tatacaranya

Keempat, sempit. Yakni pada malam lailatur qadar Allah mengutus para malaikat dan ruh turun ke bumi, sehingga bumi menjadi penuh bagaikan sempit.

Keistimewaan Malam Penentuan

Dari surah al Qadr tersebut, kita dapat memahami bahwa malam lailatul qadar memiliki banyak keistimewaan dan keutamaan bagi umat Islam. Beberapa di antaranya adalah:

  • Malam Lailatul Qadar adalah malam ketika ayat-ayat pertama dari Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad. Oleh karena itu, malam ini sangat diberkati dan memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi umat Islam.
  • Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan, seperti yang disebutkan dalam Al-Quran. Oleh karena itu, setiap amal kebaikan yang dilakukan pada malam ini dianggap lebih bernilai daripada amal kebaikan yang dilakukan selama seribu bulan.
  • Pada malam Lailatul Qadar, pahala dari amal kebaikan dilipatgandakan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan amal kebaikan pada malam ini.
  • Malam Lailatul Qadar diyakini sebagai malam ketika takdir manusia ditetapkan untuk satu tahun ke depan. Oleh karena itu, pada malam ini umat Islam berdoa untuk meminta keberkahan, rahmat, dan hidayah dari Allah SWT.
  • Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat diberkati, di mana pintu-pintu rahmat dan ampunan dari Allah SWT terbuka lebar. Oleh karena itu, pada malam ini umat Islam berdoa dan memohon ampunan dari Allah SWT.

||  Baca Juga: Pesantren Eksentrik di Jawa Tengah

Dalam rangka memanfaatkan keutamaan dan keberkahan malam Lailatu al Qadr, umat Islam dianjurkan untuk melakukan ibadah, seperti membaca Al-Quran, berzikir, dan berdoa. Dengan melakukan ibadah pada malam ini, umat Islam berharap untuk memperoleh keberkahan, ampunan, dan hidayah dari Allah SWT.

Tanda-tanda Lailatu al Qadr

Tanda-tanda Lailatu al Qadr tidaklah jelas dan dapat dilihat secara langsung. Namun, berdasarkan hadits Nabi Muhammad, terdapat beberapa tanda-tanda yang dapat menunjukkan bahwa malam tersebut adalah Lailatul Qadar.

Beberapa tanda-tanda tersebut adalah:

  • Suasana malam yang tenang dan damai, tidak ada angin kencang dan tidak terlalu dingin.
  • Langit malam terlihat sangat cerah dan bersih, tidak ada awan yang menutupinya.
  • Cahaya bulan terlihat sangat terang dan jelas.
  • Banyak bintang yang terlihat di langit, lebih banyak daripada biasanya.
  • Tanaman dan tumbuhan terlihat hijau dan segar meskipun tanpa hujan.
  • Banyak malaikat yang turun ke bumi pada malam tersebut.

Dari Ubadah bin Shamit RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya tanda lailatul qadar adalah ia sebuah malam yang cerah bening dan bersinar terang, seakan-akan ada bulan yang terbit. Ia adalah malam yang tenang, tidak dingin dan tidak panas. Pada malam itu sampai datangnya waktu shubuh, panah bintang (komet) tidak halal untuk muncul. Tanda yang lain adalah matahari pada keesokan paginya terbit sempurna namun sinarnya tidak terik membakar, bagaikan bulan pada malam purnama, pada hari itu tidak halal bagi setan untuk muncul bersama matahari.” (HR. Ahmad, 5/324, Ath-Thabarani dalam Musnad Asy-Syamiyyin no. 1119, dan Adh-Dhiya’ Al-Maqdisi dalam Al-Mukhtarah no. 342. Imam Al-Haitsami dalam Majmauz Zawaid,3/175, menulis: Seluruh perawinya tsiqah)

||  Baca Juga: Pesantren Unik di Pemalang

Kapan Lailatul Qadar

Pada dasarnya, secara umum, bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh hari-hari mulia. Di bulan ini, Allah swt. melipatgandakan pahala atas amal kebajikan dan perilaku sholeh lainnya. Pada bulan ini, Allah swt. menurunkan wahyu kepada para nabi.

Adalah lebih baik mengisi secara full hari-hari dan malam-malam di bulan puasa ini dengan amal shaleh dan akhlakul karimah. Dengan begitu, upaya menggapai kemuliaan lailatul qadar menjadi lebih terjamin. Sebagaimana kita tahu, al-Qur’an sendiri turun pertama kali pada tanggal 17 Ramadhan. Artinya, berada di pertengahan bulan.

Terkait waktu khusus yang dijelaskan oleh para mufassirin dan muhadditsin, mereka mengatakan bahwa upaya menggapai lailatul qadar dapat lebih diintensifkan pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan terutama pada malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan). Di sini para ulama menganjurkan kita untuk beribadah dan berdoa.

||   Baca Juga: Program Santripreneur Digital Marketing

Menggapai Malam Kemuliaan

Secara umum jumhur ulama mengatakan bahwa dalam upaya menggapai lailatu al qadr, kita dianjurkan untuk beri’tikaf. I’tikaf adalah term bahasa Arab yang berarti diam. Sedangkan maknanya adalah memperbanyak ibadah di masjid, seperti shalat sunnah, membaca al-Qur’an, dan memperbanyak dzikrullah.

Shalat sunnah yang dapat dilakukan di antaranya adalah shalat tahajud, shalat tasbih, dan/atau shalat hajat; yang lazimnya kemudian ditutup dengan shalat witir.

Dzikir yang dapat dilantunkan secara prinsip adalah melantunkan kalimat thoyyibah, seperti istighfar, tasbih, tahmid, takbir, hauqala, tasyhid, sholawat, dan lain-lain. Intinya adalah memuji Allah dan meminta ampunan baik untuk diri sendiri, orang tua, keluarga dan lainnya.

Mengacu pada hadits, salah satu ucapan istighfar yang dapat dilantunkan adalah:

“Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.

||   Baca Juga: Wirausaha Santri Kian Melejit

Tanda-tanda Memeroleh Kemuliaan

Malam lailatul qadar adalah malam napak tilas diri. Oleh karena itu, tanda-tanda bagi orang yang mendapatkan lailatul qadar adalah menemukan kesadaran akan posisi dirinya di dunia: siapa diri kita, untuk apa diri kita, ke arah mana diri kita, dan sejauh mana diri kita selama ini, dan bagaimana peran diri kita.

Oleh karena itu, tanda personal yang dapat dirasakan adalah ketetapan dan ketenangan hati dalam menjalani kehidupan. Para ulama mendefinisikan tandanya secara lebih simpel dan konkrit, yaitu menjadi orang yang bertakwa setelah selesainya bulan Ramadhan. Keilmuan, keimanan, amal shalih, dan ketakwaannya meningkat setelah lulus dari madrasah Ramadhan.*

————————–

Anda dapat melihat salah satu aktivitas pesantren Jawa Tengah Nihadlul Qulub di tautan berikut: Aktivitas Ponpes Nihadlul Qulub.

Disamping artikel Lailatul Qadar ini, terdapat materi penting lainnya seperti opini seputar keagamaan, kepesantrenan, pengembangan diri, termasuk perihal teknologi milenial; silahkan klik tautan ini: Blog Nihadlul Qulub.

Bagi Anda yang ingin mengetahui kilasan buku self development karya pengasuh pesantren, dapat dikroscek di tautan ini:

  1. Resensi Buku TEKNOLOGI RUH: Panduan Teknis untuk Mengawal Masa Depan
  2. Ulasan Buku TEKNOLOGI RUH: Panduan Teknis Mengawal Masa Depan

Dipersembahkan oleh TE-PPNQ ® 2023

[Tim Editor Pondok Pesantren Nihadlul Qulub]

Jl. Soka, RT. 01/01 Desa Moga

Moga, Pemalang, Jawa Tengah

WA. 0821 1706 8566

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Via Whatsapp
CS Kami
Tertarik Untuk Mengikuti Program Kami??
Buruan Chat Kami :)