Ngaji Bahasa Arab dengan Kitab Jurumiyah

kitab jurumiyah, salah satu rujukan untuk belajar Bahasa Arab
kitab jurumiyah, salah satu rujukan untuk belajar Bahasa Arab

Kitab Jurumiyah

Kitab Jurumiyah merupakan sebuah kitab tata bahasa (grammar) dalam bahasa Arab yang ditulis oleh ulama bernama Muhammad ibn Da’ud as-Sanhaji atau dikenal sebagai Ibn Aajurum pada abad ke-13. Kitab ini dianggap sebagai salah satu kitab tata bahasa Arab yang paling terkenal dan dihormati, serta dijadikan sebagai salah satu teks dasar bagi para pelajar bahasa Arab.

Kitab ini mencakup berbagai aspek tata bahasa Arab, termasuk jenis-jenis kata, infleksi, aturan tata bahasa (syntax), dan prinsip-prinsip bahasa Arab. Kitab ini juga dilengkapi dengan contoh dan latihan-latihan untuk membantu para pelajar memahami konsep yang disajikan dalam teks.

Sejak ditulis, Kitab Jurumiyah telah diajarkan dan dipelajari selama berabad-abad dan masih digunakan hingga saat ini di banyak madrasah dan pesantren sebagai teks dasar untuk mengajarkan tata bahasa Arab. Kitab ini dianggap sebagai sumber daya yang penting bagi siapa saja yang ingin mempelajari bahasa Arab dan tertarik untuk memahami kerumitan tata bahasanya.

Kandungan Kitab Jurumiyah

Kitab Jurumiyah terdiri dari 6 bagian, antara lain:

  1. Pembukaan (muqaddimah) – Berisi pengenalan penulis dan tujuan penulisan kitab ini.
  2. Pembagian kata dalam bahasa Arab (fi qism al-kalimah) – Berisi penjelasan tentang jenis-jenis kata dalam bahasa Arab, seperti isim (kata benda), fi’il (kata kerja), huruf (huruf konsonan dan vokal), dan lain-lain.
  3. Pembagian kalimat dalam bahasa Arab (fi qism al-jumlah) – Berisi penjelasan tentang jenis-jenis kalimat dalam bahasa Arab, seperti kalimat verbal (jumlatul fi’liyah), kalimat nominal (jumlatul ismiyah), dan kalimat majemuk (jumlatul tasyrikiyah).
  4. Infleksi kata dalam bahasa Arab (fi ilm al-i’rabb) – Berisi penjelasan tentang cara mengubah bentuk kata-kata dalam bahasa Arab sesuai dengan kasus dan wazan (pola).
  5. Kesesuaian dalam kalimat (fi wasfi jumlati al-ishtiqaqi) – Berisi penjelasan tentang cara menyusun kalimat dalam bahasa Arab agar sesuai dengan aturan tata bahasa dan memperhatikan kesesuaian antara unsur-unsur kalimat.
  6. Penutup (khatimah) – Berisi penjelasan tentang keutamaan ilmu tata bahasa dan penekanan pentingnya mempelajari tata bahasa Arab dengan benar.

Setiap bagian dalam Kitab Jurumiyah memiliki banyak sub-bagian dan contoh yang dijelaskan secara rinci oleh penulis untuk membantu para pembaca memahami materi yang disajikan. Kitab ini sangat masyhur di dunia Arab dan di Indonesia, menjadi salah satu teks dasar bagi para pelajar bahasa Arab untuk memperdalam pemahaman tata bahasa Arab.

Bab Pembukaan (Muqaddimah)

Pada bab pembukaan atau muqaddimah dalam Kitab Jurumiyah berisi pengenalan tentang penulis, tujuan penulisan, serta beberapa hal yang berkaitan dengan bahasa Arab.

Dalam bab ini, penulis, Muhammad ibn Da’ud as-Sanhaji atau Ibn Aajurum, memperkenalkan dirinya sebagai seorang ulama yang memiliki keahlian di bidang bahasa Arab, dan mengungkapkan bahwa tujuan penulisan Kitab Jurumiyah adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang tata bahasa Arab.

Ibn Aajurum juga membahas tentang pentingnya belajar bahasa Arab dan menekankan bahwa bahasa Arab adalah bahasa agama Islam yang dipergunakan untuk memahami kitab suci Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Selain itu, ia juga menjelaskan tentang beberapa konsep dasar dalam bahasa Arab, seperti bentuk dan jenis-jenis kata, serta kasus dalam bahasa Arab.

Bagian pembukaan dalam Kitab Jurumiyah merupakan salah satu bagian yang penting, karena memberikan pengantar yang jelas tentang isi dan tujuan dari buku tersebut, serta membantu pembaca memahami konsep dasar dalam bahasa Arab sebelum mempelajari tata bahasa yang lebih kompleks.

Bab Kedua: Pembagian Kata (fi qism al-kalimah)

Bab kedua dari Kitab Jurumiyah membahas tentang pembagian kata dalam bahasa Arab. Bab ini disebut “fi qism al-kalimah“, yang secara harfiah berarti “tentang pembagian kata”.

Dalam bab ini, penulis memaparkan pengertian dan ciri-ciri dari setiap jenis kata dalam bahasa Arab, seperti isim (kata benda), fi’il (kata kerja), huruf (huruf konsonan dan vokal), dan lain-lain.

Ibn Aajurum memulai dengan menjelaskan tentang isim atau kata benda, yang merupakan salah satu jenis kata yang paling umum digunakan dalam bahasa Arab. Ia menjelaskan bahwa isim memiliki sifat-sifat tertentu, seperti jins (jenis), wazan (bentuk), dan ardh (makna).

Selanjutnya, penulis membahas tentang fi’il atau kata kerja, yang merupakan kata yang digunakan untuk menyatakan suatu tindakan atau perbuatan. Ia menjelaskan bahwa fi’il terdiri dari tiga unsur, yaitu zat (subjek), fi’il (kata kerja), dan maf’ul (obyek).

Penulis juga membahas tentang huruf atau huruf konsonan dan vokal, serta jenis-jenis huruf dalam bahasa Arab, seperti huruf hijaiyah, huruf alif lam, dan huruf hamzah.

Selain itu, di dalam bab ini juga dijelaskan tentang kata tugas atau kata depan, yang digunakan untuk menunjukkan hubungan antara dua kata dalam sebuah kalimat, seperti “di”, “ke”, “dari”, “pada”, dan lain-lain.

Pembagian kata dalam bahasa Arab adalah konsep dasar yang penting untuk dipahami sebelum mempelajari tata bahasa yang lebih kompleks. Bab kedua ini memberikan gambaran umum tentang jenis-jenis kata dalam bahasa Arab, sehingga pembaca dapat memahami lebih dalam tentang konsep dasar ini dan meningkatkan pemahaman mereka tentang bahasa Arab secara keseluruhan.

Berikut adalah penjelasan detail tentang jenis-jenis kata dalam bahasa Arab yang dibahas dalam bab kedua Kitab Jurumiyah:

1.     Isim (kata benda)

Isim atau kata benda adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan benda, orang, tempat, atau konsep abstrak dalam bahasa Arab. Isim dalam bahasa Arab terdiri dari berbagai jenis, seperti:

  1. Isim mausul: kata benda yang digunakan untuk menunjukkan hubungan pemilik dan benda yang dimiliki, seperti “buku Ahmad” (kitabu Ahmadin).
  2. Isim nakirah: kata benda yang tidak ditentukan, seperti “seorang pria” (rajulun).
  3. Isim muannas: kata benda yang memiliki gender perempuan, seperti “perempuan” (imra’atun).

Contoh kalimat:

  • كتابٌ (kitabun) – buku (isim nakirah)
  • الرجلُ (ar-rajulu) – pria (isim ma’rifat)
  • البيتُ لأحمد (al-baitu li-Ahmad) – rumah milik Ahmad (isim mausul)

2.     Fi’il (kata kerja)

Fi’il atau kata kerja adalah kata yang digunakan untuk menyatakan tindakan atau perbuatan dalam bahasa Arab. Fi’il dalam bahasa Arab terdiri dari berbagai jenis, seperti:

  1. Fi’il madhi: kata kerja lampau, seperti “sudah berjalan” (mashaa).
  2. Fi’il mudhori: kata kerja sedang berlangsung, seperti “sedang berjalan” (yamshii).
  3. Fi’il amr: kata kerja perintah, seperti “jalan!” (imshi).

Contoh kalimat:

  • يَمْشِي (yamshii) – dia sedang berjalan (fi’il mudhori)
  • سَافَرَ (saafara) – dia sudah pergi (fi’il madhi)
  • اِمْشِ (imshi) – jalan! (fi’il amr)

3.     Huruf (huruf konsonan dan vokal)

Huruf atau huruf konsonan dan vokal adalah unsur-unsur dasar dari bahasa Arab. Huruf konsonan dalam bahasa Arab terdiri dari 29 huruf, sedangkan huruf vokal hanya terdiri dari tiga huruf, yaitu alif, waw, dan ya. Huruf-huruf ini digunakan untuk membentuk kata dalam bahasa Arab.

Contoh kalimat:

  • بَيْتٌ (baytun) – rumah (menggunakan huruf konsonan b, y, t)
  • كِتَابٌ (kitabun) – buku (menggunakan huruf konsonan k, t, b dan huruf vokal a)
  • يَأْكُلُ (yaakulu) – dia makan (menggunakan huruf konsonan y, k, l dan huruf vokal aa, u)

4.     Harf (kata depan)

Harf atau kata depan dalam bahasa Arab digunakan untuk menghubungkan kata atau frasa dalam kalimat. Beberapa contoh kata depan dalam bahasa Arab adalah “di” (fi), “dari” (min), “kepada” (ila), “dengan” (maa), dan lain-lain.

Contoh kalimat:

  • فِي الْبَيْتِ (fi al-bayti) – di dalam rumah (menggunakan harf “fi” atau “di”)
  • مِنَ الْمَدِيْنَةِ (mina al-madīnah) – dari kota (menggunakan harf “min” atau “dari”)
  • إِلَى الْمَدْرَسَةِ (ila al-madrasati) – ke sekolah (menggunakan harf “ila” atau “kepada”)

5.     Istifham (kalimat tanya)

Istifham atau kalimat tanya dalam bahasa Arab digunakan untuk menanyakan suatu informasi atau mengetahui pendapat lawan bicara. Dalam bahasa Arab, kalimat tanya dapat dibentuk dengan memasukkan huruf “hal” atau “mā” pada awal kalimat.

  • هَلْ أَنْتَ بِخَيْرٍ؟ (hal anta bi khayrin?) – Apakah kamu baik-baik saja?
  • مَا اسْمُكَ؟ (mā ismuka?) – Siapa namamu?

6.     Nakirah dan Ma’rifah (kata benda tak tentu dan kata benda tertentu)

Nakirah dan ma’rifah adalah dua konsep penting dalam bahasa Arab yang berkaitan dengan kata benda. Nakirah atau kata benda tak tentu digunakan untuk menunjukkan kata benda yang belum dikenal atau belum disebutkan sebelumnya. Sedangkan, ma’rifah atau kata benda tertentu digunakan untuk menunjukkan kata benda yang sudah dikenal atau telah disebutkan sebelumnya.

Contoh kalimat:

  • لَدَيْ كِتَابٍ (laday kitabin) – Saya memiliki sebuah buku (kata benda tak tentu)
  • الْكِتَابُ أَحْمَرٌ (al-kitābu aḥmarun) – Buku itu merah (kata benda tertentu)

Dalam bab kedua Kitab Jurumiyah, juga dijelaskan tentang beberapa jenis kata benda lainnya seperti isim maf’ul, isim zaman, isim sifat, dan lain-lain. Pengetahuan tentang jenis-jenis kata benda ini akan sangat berguna bagi para pelajar bahasa Arab dalam mempelajari tata bahasa Arab secara menyeluruh.

Bab ketiga: Pembagian Kalimat

Dalam tata bahasa Arab, terdapat tiga jenis kalimat utama yaitu kalimat verbal (jumlatul fi’liyah), kalimat nominal (jumlatul ismiyah), dan kalimat majemuk (jumlatul tasyrikiyah).

1.     Kalimat Verbal (Jumlatul Fi’liyah)

Kalimat verbal atau jumlatul fi’liyah adalah kalimat yang intinya mengekspresikan suatu tindakan atau perbuatan. Kalimat ini terdiri dari subjek (fa’il) yang melakukan tindakan dan kata kerja (fi’il) yang menyatakan tindakan tersebut.

Contoh kalimat:

  • ذَهَبَ الطَّالِبُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ (dhahaba al-tālibu ilā al-madrasati) – Siswa pergi ke sekolah
  • يَقْرَأُ الطَّالِبُ الْكِتَابَ (yaqra’u al-tālibu al-kitāba) – Siswa membaca buku

2.     Kalimat Nominal (Jumlatul Ismiyah)

Kalimat nominal atau jumlatul ismiyah adalah kalimat yang intinya menyatakan suatu pernyataan atau informasi tentang sesuatu. Kalimat ini terdiri dari subjek (mubtada’) yang dinyatakan dengan isim (kata benda) dan predikat (khabar) yang dinyatakan dengan isim atau kata sifat.

Contoh kalimat:

  • الْكِتَابُ جَمِيلٌ (al-kitābu jamīlun) – Buku itu bagus
  • الْبَيْتُ كَبِيرٌ (al-baytu kabīrun) – Rumah itu besar

3.     Kalimat Majemuk (Jumlatul Tasyrikiyah)

Kalimat majemuk atau jumlatul tasyrikiyah adalah kalimat yang terdiri dari dua kalimat atau lebih yang dihubungkan dengan konjungsi. Kalimat majemuk dapat terdiri dari kalimat verbal, kalimat nominal, atau kombinasi dari keduanya.

Contoh kalimat:

  • ذَهَبَ الطَّالِبُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ وَيَقْرَأُ الْكِتَابَ (dhahaba al-tālibu ilā al-madrasati wa yaqra’u al-kitāba) – Siswa pergi ke sekolah dan membaca buku
  • الْكِتَابُ جَمِيلٌ وَالْبَيْتُ كَبِيرٌ (al-kitābu jamīlun wal-baytu kabīrun) – Buku itu bagus dan rumah itu besar

Memahami jenis-jenis kalimat dalam bahasa Arab merupakan dasar penting dalam mempelajari tata bahasa Arab secara menyeluruh. Setiap jenis kalimat memiliki struktur dan fungsi yang berbeda-beda, sehingga penting bagi para pelajar bahasa Arab untuk memahami perbedaan-perbedaan tersebut.

 

Bab Keempat: Infeksi Kata (fi ilm al-i’rabb)

Pada bab keempat dari Kitab Jurumiyah ini membahas tentang infleksi kata dalam bahasa Arab atau yang dikenal dengan istilah “ilm al-i’rabb”. Infleksi kata dalam bahasa Arab merupakan proses mengubah bentuk kata untuk menunjukkan peran kata dalam kalimat dan menunjukkan hubungannya dengan kata-kata lain dalam kalimat. Terdapat beberapa jenis infleksi kata dalam bahasa Arab, antara lain:

1.     Infleksi Kata Benda (Isim)

Infleksi kata kerja dalam bahasa Arab melibatkan perubahan bentuk kata kerja untuk menunjukkan waktu (masa lalu, masa sekarang, masa depan), bentuk (aktif atau pasif), subjek (orang pertama, kedua, atau ketiga), serta jumlah dan gender dari subjek kalimat.

Contoh:

  • كِتَابٌ (kitābun) – buku (kata benda tunggal yang tidak berinfleksi)
  • كُتُبٌ (kutubun) – buku-buku (kata benda jamak yang berinfleksi)

2.     Infleksi Kata Kerja (Fi’il)

Infleksi kata kerja dalam bahasa Arab melibatkan perubahan bentuk kata kerja untuk menunjukkan waktu (masa lalu, masa sekarang, masa depan), bentuk (aktif atau pasif), subjek (orang pertama, kedua, atau ketiga), serta jumlah dan gender dari subjek kalimat.

Contoh:

  • ذَهَبْتُ (dhahabtu) – saya pergi (kata kerja masa lalu bentuk orang pertama tunggal)
  • يَذْهَبُ (yadhhabu) – dia pergi (kata kerja masa sekarang bentuk orang ketiga tunggal)

3.     Infleksi Kata Sifat (Sifat)

Infleksi kata sifat dalam bahasa Arab melibatkan perubahan bentuk kata sifat untuk menunjukkan jumlah, gender, serta peran kata sifat dalam kalimat.

Contoh:

  • كِتَابٌ جَمِيلٌ (kitābun jamīlun) – buku yang indah (kata sifat tunggal)
  • كُتُبٌ جَمِيلَةٌ (kutubun jamīlatun) – buku-buku yang indah (kata sifat jamak)

Infleksi kata dalam bahasa Arab memegang peranan penting dalam memahami dan menggunakan bahasa Arab secara benar. Dalam kitab Jurumiyah, pembahasan tentang infleksi kata memberikan dasar-dasar yang kuat bagi pelajar bahasa Arab untuk memahami bagaimana memanipulasi kata-kata dalam kalimat agar sesuai dengan aturan tata bahasa Arab.

Bab Kelima: Cara Menyusun Kalimat

Di bab kelima dari Kitab Jurumiyah ini membahas tentang cara menyusun kalimat dalam bahasa Arab agar sesuai dengan aturan tata bahasa dan memperhatikan kesesuaian antara unsur-unsur kalimat. Dalam bahasa Arab, tata bahasa sangat penting karena susunan kalimat yang tepat dan benar akan membantu menyampaikan maksud secara jelas dan efektif.

Ada beberapa prinsip dasar dalam menyusun kalimat dalam bahasa Arab yang perlu diperhatikan, antara lain:

1.     Tata bahasa Subjek-Predikat-Objek

Dalam tata bahasa bahasa Arab, kalimat diatur dalam pola subjek-predikat-objek (SPO) atau subjek-objek-predikat (SOP), tergantung pada konteks kalimat. Pola SPO atau SOP ini memiliki fungsi yang penting dalam mengkomunikasikan ide dan pesan yang ingin disampaikan dengan jelas.

Contoh:

  • الطالِبُ يَدْرُسُ اللغَةَ العَرَبِيَّةَ (at-tālibu yadrusu al-lughah al-‘arabiyyah) – SPO (murid belajar bahasa Arab)
  • اللغَةَ العَرَبِيَّةَ يَدْرُسُها الطالِبُ (al-lughah al-‘arabiyyah yadrusuhā at-tālibu) – SOP (bahasa Arab dipelajari oleh murid)

2.     Tata bahasa Frasa

Dalam bahasa Arab, frasa adalah kumpulan kata yang membentuk unit makna yang lebih besar dari kata tunggal. Dalam tata bahasa bahasa Arab, frasa ditempatkan dalam urutan tertentu untuk membentuk kalimat yang jelas dan bermakna.

Contoh:

  • الْبَيْتُ كَبِيرٌ (al-baytu kabīrun) – rumah besar (frasa isim + sifat)
  • يَأْكُلُ الطَّالِبُ الْخُبْزَ الْأَسْمَرَ (ya’kulu at-tālibu al-khubza al-asmara) – murid makan roti gandum (frasa subjek + predikat + objek) 

3.     Tata bahasa Keterangan

Tata Bahasa Keterangan dalam bahasa Arab mengacu pada penggunaan kata-kata yang memberikan keterangan tambahan mengenai waktu, tempat, atau cara melakukan suatu tindakan.

Penggunaan kata-kata keterangan harus diperhatikan dengan baik dalam menyusun kalimat bahasa Arab agar kalimat tersebut menjadi tepat dan sesuai dengan aturan tata bahasa.

Contoh penggunaan kata-kata keterangan:

  • ذَهَبْتُ إِلَى الْمَكْتَبِ صَبَاحًا (dhahabtu ila al-maktabi sabahan) – saya pergi ke kantor pagi-pagi.

Pada contoh kalimat di atas, kata “صَبَاحًا” (sabahan) berfungsi sebagai kata keterangan waktu yang menunjukkan waktu ketika tindakan “ذَهَبْتُ إِلَى الْمَكْتَبِ” (dhahabtu ila al-maktabi) dilakukan.

  • يَجِبُ عَلَيْنَا الْخُرُوْجُ مِنَ الْمَنْزِلِ حَالَ وُجُوْدِ الْحَرِيْقِ (yajibu ‘alayna al-khuruj min al-manzili halā wujūd al-hariq) – kita harus keluar dari rumah saat terjadi kebakaran.

Pada contoh kalimat di atas, kata “حَالَ” (halā) berfungsi sebagai kata keterangan yang memberikan informasi tambahan mengenai keadaan ketika tindakan “يَجِبُ عَلَيْنَا الْخُرُوْجُ مِنَ الْمَنْزِلِ” (yajibu ‘alayna al-khuruj min al-manzili) harus dilakukan.

4.     Tata bahasa Urutan Kata Kerja

Dalam bahasa Arab, kata kerja harus ditempatkan di awal atau di tengah kalimat, tergantung pada jenis kalimat dan konteks. Namun, jika kata kerja ditempatkan di awal kalimat, maka kata subjek harus dihilangkan dan diwakilkan oleh huruf terpisah (huwa, hiya, huma, nahnu, anta, antum, antunna).

Contoh:

  • يَأْكُلُ الرَّجُلُ التُّفَاحَ (ya’kulu ar-rajulu at-tufāḥa) – laki-laki makan apel (kata kerja di tengah kalimat)
  • جَاءَ الطَّالِبُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ (jā’a at-tālibu ilā al-madrasati) – murid datang ke sekolah (kata kerja di awal kalimat)

5.     Tata bahasa Penggunaan

Huruf dan Kata-kata Pendek Dalam bahasa Arab, terdapat beberapa huruf dan kata-kata pendek yang digunakan sebagai penghubung antar kalimat atau sebagai tanda hubungan antara kata-kata dalam kalimat. Penggunaan huruf dan kata-kata pendek ini harus diperhatikan dengan baik untuk membuat kalimat yang jelas dan tepat.

Contoh:

  • أَحِبُّ اللُّغَةَ الْعَرَبِيَّةَ وَأَدْرُسُهَا (aḥibbu al-lughata al-‘arabiyyah wa adrusuhā) – saya suka bahasa Arab dan saya belajar bahasa Arab (penggunaan kata sambung “wa” untuk menghubungkan dua frasa)
  • لَمْ يَجِدُ الطَّالِبُ الْمَدْرَسَةَ لِأَنَّهَا مُغْلَقَةٌ (lam yajidu at-tālibu al-madrasata li’annahā mughlaqatun) – murid tidak menemukan sekolah karena sekolah itu ditutup (penggunaan kata depan “li” untuk menunjukkan penyebab atau alasan)

6.     Tata bahasa Penggunaan Kata Ganti

Kata ganti (pronoun) dalam bahasa Arab digunakan untuk menggantikan kata benda atau kata kerja yang sudah disebutkan sebelumnya dalam kalimat. Kata ganti harus digunakan secara tepat dan sesuai dengan aturan tata bahasa.

Contoh:

  • هُوَ يَدْرُسُ فِي الْمَدْرَسَةِ (huwa yadrusu fī al-madrasati) – ia belajar di sekolah (penggunaan kata ganti maskulin “huwa” untuk menggantikan kata benda “at-tālibu” yang sudah disebutkan sebelumnya)
  • أَنْتِ تَحْبِيْنَ الْكِتَابَ (anti tuhibbīna al-kitāba) – kamu suka buku (penggunaan kata ganti feminin “anti” untuk menggantikan kata benda “al-maratatu” yang sudah disebutkan sebelumnya)

7.     Tata bahasa Penggunaan Kata Kerja Bentuk Dua dan Tiga

Dalam bahasa Arab, terdapat kata kerja yang memiliki bentuk dua dan tiga, yaitu bentuk lampau (past tense) dan bentuk perintah (imperative). Penggunaan kata kerja bentuk dua dan tiga harus diperhatikan dengan baik untuk membuat kalimat yang tepat dan sesuai dengan tata bahasa.

Contoh:

  • كَانَ الطَّالِبُ يَدْرُسُ فِي الْمَدْرَسَةِ (kāna at-tālibu yadrusu fī al-madrasati) – murid sedang belajar di sekolah (penggunaan kata kerja bentuk dua “kāna” untuk menunjukkan kejadian di masa lalu)
  • اِدْرُسُوا اللُّغَةَ الْعَرَبِيَّةَ (idrusū al-lughata al-‘arabiyyah) – belajarlah bahasa Arab (penggunaan kata kerja bentuk tiga “idrusū” untuk memberikan perintah).

Bab Keenam: Penutup (Khatimah)

Bagian penutup ini merupakan bab terakhir yang berisi tentang penegasan pentingnya mempelajari bahasa Arab serta doa penutup. Di dalam bab ini, penulis menekankan bahwa bahasa Arab merupakan bahasa yang mulia dan penting untuk dipelajari oleh umat Islam, terutama bagi yang ingin memahami Al-Quran dan hadis secara lebih mendalam.

Selain itu, di akhir bab Penutup, terdapat doa penutup yang dipanjatkan oleh penulis sebagai harapan agar pembaca dapat memperoleh manfaat dari ilmu bahasa Arab yang telah dipelajari dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Doa penutup tersebut juga menegaskan bahwa ilmu bahasa Arab harus dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Dengan demikian, bab Penutup dari kitab Jurumiyah ini menunjukkan bahwa mempelajari bahasa Arab bukan hanya sekedar memahami tata bahasa dan kosa kata, tetapi juga harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari serta dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan iman dan taqwa.

Adapun, bagi Anda yang ingin mendownload Kitab Matan Jurumiyah, silahkan klik Matan Jurumiyah karya Imam Sonhaji ini. Sedangkan, untuk artikel-artikel lain, seperti opini seputar keagamaan, kepesantrenan, pengembangan diri, termasuk perihal teknologi milenial; silahkan klik Blog Nihadlul Qulub ini.*

Dipersembahkan oleh TE-PPNQ ® 2023

[Tim Editor Pondok Pesantren Nihadlul Qulub]

Jl. Soka, RT. 01/01 Desa Moga

Moga, Pemalang, Jawa Tengah

WA. 0821 1706 8566

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Via Whatsapp
CS Kami
Tertarik Untuk Mengikuti Program Kami??
Buruan Chat Kami :)