PROFIL PONDOK PESANTREN NIHADLUL QULUB

PROFIL PONDOK PESANTREN

profil pondok pesantren nihadlul qulub

Pondok Pesantren Nihadlul Qulub diberkahi udara-murni dan air-jernih lembah kaki Gunung Slamet yang hijau nan sejuk, sebuah kawasan yang sangat sehat, enerjik, dan alami untuk tumbuh-kembang santri; berlokasi di Jl. Soka No. 1, RT. 01/01 Desa Moga, Kec. Moga, Kab. Pemalang, Jawa Tengah.

Adapun Ponpes Nihadlul Qulub didirikan oleh Ali Sobirin El-Muannatsy, seorang trainer, motivator, aktivis sosial-keagamaan, dan hipnoterapis. 

Lembaga ini menerapkan konsep gabungan (mu’ashirah): Salaf, Modern, dan Milenial.

Yakni dengan pembinaan mental dan karakter santri secara khusus dilengkapi ramuan metodologi dari buku TEKNOLOGI RUH: Panduan Teknis untuk Mengawal Masa Depan (2017) karya pendiri pesantren ini.

Ramuan ini berfokus pada optimasi kualitas manusia: intelektual, mental, spiritual, fisikal, dan juga finansial.

Adapun makna Nihadlul Qulub, memiliki arti secara bahasa “kebangkitan jiwa” yang dalam makna lebih luasnya adalah kawah candradimuka bagi terbentuknya generasi Muslim yang mampu mewujudkan visi Islam rahmatan lil ‘alamin bertumpu pada karunia asasi potensi yang melekat pada diri santri.

Kesadaran kemakmuran menjadi salah satu optimasi unggulan pesantren Nihadlul Qulub. Semangat wirausaha dibangun melekat dengan nalar tumbuh-kembang teknologi digital untuk kemapanan teknis dunia perdagangan dan investasi.

Sedangkan orientasinya akan terus bergerak melengkapi fasilitas prasarana dan sarananya, termasuk kolam terapi bagi imunitas tubuh santri.

Visi Pondok Pesantren Nihadlul Qulub

Mewujudkan kader Muslim yang mampu mengimplementasikan visi Islam rahmatan lil ‘alamin, bertumpu pada kekuatan daya-potensi karunia ilahiahnya.

 

Misi Pondok Pesantren Nihadlul Qulub

 

Menjadi kawah candradimuka bagi optimalisasi lima kekuatan yang harus mempribadi pada diri seorang santri, diantaranya;

#1 Kuat Nalar (Intelektual)

Santri memiliki ketahanan diri dan berbahagia untuk secara terbuka (open-mind) terhadap hal baru dengan menjadikan mengaji, ngafsahi, belajar, membaca, berdiskusi, musyawarah, dan bahtsul masa’il sebagai tradisi dan gaya-hidup guna memupuk pengetahuan serta menguatkan penalaran dan makin menajamkan intelektualitasnya.

#2 Kuat Jiwa (Mental)

Santri memiliki ketahanan diri dan berbahagia untuk senantiasa meresapkan hal-hal baik ke dalam dirinya, dimulai mentradisikan perasaan yang baik (good feeling) dan pikiran yang positif (positive thinking) di dalam dirinya, berbahagia dalam istikomah meningkatkan kapasitas dirinya dengan keyakinan kuat “hari demi hari, di segala situasi, menjadi lebih baik, dan makin baik,” dan terus melatih karakter dalam memberikan pengaruh yang baik (good vibration) ke luar dirinya, baik melalui tulisan dan aneka bentuk karya lainnya yang juga diwujudkan dalam sikap dan perilaku keseharian.

#3 Kuat Spiritual

Santri memiliki ketahanan diri dan berbahagia untuk senantiasa berproses, berkarya dan membangun kebaikan dengan memasrahkan segala hasilnya kepada Allah SWT. sambil terus meresapi dirinya sebagai salah satu makhluk Allah SWT. yang mendapat titah-hidup hanya untuk beribadah kepada-Nya sekaligus sebagai pembawa risalah kebaikan dan cinta (rahman) dan kasih (rahim) Allah swt. bagi semesta-raya sesuai karunia daya-potensi yang melekat di dirinya.

#4 Kuat Fisikal (Amal)

Santri memiliki ketahanan diri dan berbahagia dalam mengoptimalkan daya-fisiknya merealisasikan karya dan bhaktinya dalam realitas kehidupan yang konkret, teknikal dan detail; dan tekad kemanfaatan dirinya, sesuai hobi dan hasrat (passion)nya di tengah tumbuh-kembangnya kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

#5 Kuat Finansial

Santri memiliki ketahanan diri dan berbahagia dalam rutinitas latihan membangun cash-flow melalui jalur perdagangan dan investasi untuk kemandirian keuangan dirinya, terus meresapkan nilai “tangan di atas itu lebih mulia” dan “mukmin yang kuat itu lebih utama”, serta mentradisikan memberi dan sedekah — yang merupakan intisari Islam (rahmatan lil’alamin) — sebagai nilai hidupnya “memberi makin banyak, makin baik; sedekah lebih banyak, lebih baik.”

METODOLOGI

 

#1 Mandiri

Adalah suatu sikap yang paling mendasar yang harus mempribadi bagi seorang santri untuk kehidupan di masa mendatangnya.

Kemandirian lahir dari latihan peningkatan kapasitas diri secara istikomah dan profesionalistik bagi wujudnya kepercayaan diri (confidence) dan harga diri (self esteem) yang terukur dan membukti.

Mandiri dibangun sebagai sikap kunci bagi kemapanan perilaku inter-dependensi dan inter-koneksi dalam realitas kehidupan era milenial yang sudah lintas-batas bahkan tanpa-sekat.

 

#2 Merdeka

Adalah suatu sikap asasi bagi seorang santri dalam berkiprah dan berkarya dalam kemanfaatan praksis secara bebas bertanggungjawab.

Kemerdekaan dipupuk melalui keteguhan hati dalam latihan memberikan yang terbaik yang bisa dilakukan dan kerelaan memperbaiki serta meningkatkan karya dari sisi kualitas dan kuantitasnya.

 

#3 Experiencing

Mengalami dan terlibat langsung merupakan kunci pembentukan karakter yang sangat powerfull.

Melalui mengalami dan keterlibatan, seluruh daya saraf mulai saraf afeksi, kognisi, sampai motorik santri hidup untuk mencerna dan menyerap suatu konsep atau nilai. Pendidikan seluruh saraf ini merupakan strategi kunci untuk menyatukan tiga ranah, yaitu individu, konsep atau nilai, dan realitas empirik.

 

#4 Mentoring

Adalah strategi pendidikan yang memosisikan santri sebagai subjek didik dan guru-ustadz sebagai teman atau pemandu. Mentoring menghidupkan kemandirian dan kemerdekaan santri dalam bereksplorasi secara bertanggungjawab dan argumentatif. Mentoring mengondisikan tahap demi tahap suatu proses karya-santri dapat diukur dan hasil dari eksplorasi santri dapat terus bertumbuh-kembang.

 

#5 Outdoor

Adalah wahana pendidikan dan pemberdayaan santri luar-ruang dengan fokus memaslahatkan alam semesta (natural resources) sekaligus menyatu bersama khazanahnya.

Udara-segar yang murni dan mata air-sejuk yang alami serta lembah-hehijauan kaki gunung Slamet yang hening sekaligus bening merupakan berkah semesta dari Allah SWT yang sangat fresh luar biasa untuk pendidikan intelektual, emosional, spiritual, dan fisikal santri. Kualitas alam semesta ini begitu melimpah sebagai sumber (resources) sekaligus perangkat (tools) pemberdayaan santri.

Fasilitas ini tidak mudah didapat di tempat pendidikan lain utamanya di kota-kota besar yang penuh polusi dan bising.

Share this information:

Our Social Media:

Chat Via Whatsapp
CS Kami
Tertarik Untuk Mengikuti Program Kami??
Buruan Chat Kami :)