Videografi untuk Dakwah dan Mandiri Finansial di PP MANIQU

narsum sedang mengarahkan pengambilan spot videografi di PP MANIQU

Dalam rangka merayakan Ramadhan 2024, Pesantren Milenial PP MANIQU (Ma’had Nihadlul Qulub) di Pemalang, Jawa Tengah, menyelenggarakan pelatihan Kreasi Konten untuk Dakwah Digital dan Promosi Produk, salah satu materinya adalah videografi, bagi remaja putus sekolah dan siswa SLTA. Pelatihan ini merupakan bagian dari gerakan free education PP MANIQU yang bekerjasama dengan Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Kementerian Agama RI.

Pendidikan Kemandirian Ekonomi di Pesantren Milenial

Sebagai pesantren milenial yang menitikberatkan pada pendidikan tahfidz, kitab kuning, dan digital marketing, PP MANIQU berkomitmen untuk membekali santri dan masyarakat dengan mindset dan keterampilan teknis agar dapat mandiri secara ekonomi dan finansial. Pengasuh pesantren, Ali Sobirin El-Muannatsy atau yang akrab disapa Mas Also, merupakan seorang trainer nasional dan penulis buku self-development “TEKNOLOGI RUH: Panduan Teknis Mengawal Masa Depan“. Dengan pengalamannya melatih ratusan hingga ribuan peserta dari berbagai kalangan, Mas Also meyakini bahwa videografi dapat menjadi alat yang ampuh untuk berdakwah secara digital sekaligus mempromosikan produk atau jasa.

“Videografi adalah salah satu keterampilan paling penting di era digital saat ini. Dengan menguasai videografi, kita bisa menyampaikan pesan dakwah melalui konten-konten menarik di media sosial. Selain itu, videografi juga bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan produk atau jasa, sehingga bisa menjadi sumber penghasilan,” ungkap Mas Also.

Videografi untuk Dakwah Digital dan Kemandirian Ekonomi

Pelatihan Kreasi Konten untuk Dakwah Digital dan Promosi Produk yang berlangsung pada 19 Maret hingga 2 April 2024 ini ditujukan bagi remaja putus sekolah dan siswa SLTA dari Pemalang, Tegal, Brebes, Jepara, Boyolali, Karanganyar, dan Solo. Peserta dibekali mindset dan keterampilan teknis videografi oleh Ulinuha, seorang praktisi videografi dari Slawi, Tegal.

“Saya sangat senang bisa berbagi ilmu dan pengalaman saya di bidang videografi kepada adik-adik peserta pelatihan. Videografi bukan hanya sekedar merekam video, tetapi juga menyampaikan pesan dan nilai-nilai melalui visual yang menarik. Dengan keterampilan ini, mereka bisa menjadi content creator dakwah yang produktif sekaligus mandiri secara ekonomi,” ujar Ulinuha, mentor videografi di pelatihan ini.

Selama pelatihan, peserta mempelajari teknik-teknik dasar videografi seperti pengoperasian kamera, pencahayaan, dan penyuntingan video. Mereka juga dibekali dengan pengetahuan tentang cara membuat konten yang menarik dan efektif untuk dakwah digital serta promosi produk atau jasa.

“Kami berharap pelatihan ini bisa membuka wawasan dan memberi bekal keterampilan bagi para peserta, sehingga mereka bisa memanfaatkan videografi untuk berdakwah sekaligus mengembangkan usaha mandiri,” tambah Mas Also.

fotografi dan videografi, salah satu materi digital marketing di PP MANIQU

Kolaborasi dengan Kemenag RI dalam Gerakan Free Education

Pelatihan ini merupakan salah satu program gerakan free education PP MANIQU yang diselenggarakan bekerjasama dengan Direktorat KSKK Kementerian Agama RI. Dengan menggratiskan biaya pelatihan, diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai latar belakang ekonomi, utamanya kalangan santri.

“Kami sangat mengapresiasi upaya PP MANIQU dalam menyediakan pendidikan berkualitas secara gratis bagi masyarakat, khususnya remaja putus sekolah dan siswa SLTA. Pelatihan seperti ini sangat penting untuk membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman,” ungkap Dr. H. Sidik Sisdiyanto, selaku Direktur KSKK Kemenag RI.

Dengan kolaborasi ini, PP MANIQU berharap dapat memberikan dampak positif bagi lebih banyak masyarakat, terutama dalam mencetak generasi muda yang mandiri secara ekonomi dan finansial melalui keterampilan videografi.

Mengembangkan Potensi Ekonomi Kreatif Melalui Videografi

Videografi tidak hanya bermanfaat untuk dakwah digital, tetapi juga memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar. Dengan keterampilan videografi, peserta pelatihan dapat menawarkan jasa pembuatan konten video untuk berbagai kebutuhan, seperti promosi produk UMKM, dokumentasi acara, atau bahkan membuat video kreatif untuk industri hiburan.

“Videografi adalah keterampilan yang sangat fleksibel dan bisa diaplikasikan di berbagai bidang. Dengan kreativitas dan ketekunan, peserta bisa mengembangkan usaha videografi mereka sendiri dan menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan,” jelas Ulinuha.

Mas Also juga menegaskan bahwa PP MANIQU akan terus mendukung para alumni pelatihan dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif mereka melalui digital marketing. “Kami akan memberikan pendampingan dan peluang bagi mereka yang ingin mengembangkan usaha melalui digital marketing, baik untuk keperluan dakwah maupun komersial,” ungkapnya.

Memanfaatkan Teknologi untuk Kebaikan

Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya dibekali dengan keterampilan teknis videografi, tetapi juga diajarkan tentang pentingnya memanfaatkan teknologi untuk kebaikan dan kepentingan masyarakat luas. Videografi dapat digunakan sebagai alat untuk menyebarkan nilai-nilai positif, memberikan edukasi, dan menginspirasi orang lain melalui konten-konten yang bermakna.

“Teknologi merupakan alat yang netral, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Kami mengajarkan peserta untuk memanfaatkan videografi sebagai sarana dakwah dan kebaikan, bukan untuk hal-hal yang merugikan atau melanggar norma-norma agama dan sosial,” tegas Mas Also.

Dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan moral dalam pelatihan videografi, PP MANIQU berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab sosial yang tinggi.

Videografi untuk Kreativitas dan Inovasi Generasi Muda

Pelatihan Kreasi Konten untuk Dakwah Digital dan Promosi Produk di PP MANIQU juga bertujuan untuk mendukung kreativitas dan inovasi generasi muda. Dengan memberikan kebebasan berekspresi melalui videografi, peserta didorong untuk menciptakan konten-konten yang segar, natural, unik, dan menarik.

“Kami tidak ingin membatasi kreativitas peserta. Justru, kami mendorong mereka untuk terus berinovasi dan mengeksplorasi gaya yang sesuai dengan passion dan kepribadian masing-masing,” jelas Ulinuha selaku narasumber pelatihan.

Salah satu aspek penting dalam videografi adalah storytelling atau kemampuan menyampaikan cerita melalui visual. Peserta dilatih untuk mengembangkan keterampilan ini, sehingga konten-konten yang mereka hasilkan tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga memiliki pesan dan makna yang mendalam.

“Storytelling adalah inti dari videografi. Dengan menyampaikan cerita yang menyentuh hati dan pikiran, konten-konten kita akan lebih mudah diterima dan memberikan dampak yang lebih kuat bagi audiens,” ungkap M. Dhofier, narasumber di tema drama dan skript.

fotografi dan videografi, bagian materi digital marketing di PP MANIQU

Menghadirkan Konten Dakwah yang Menarik dan Relevan

Dalam era digital saat ini, konten dakwah yang menarik dan relevan dengan minat generasi muda sangat dibutuhkan. Melalui pelatihan videografi ini, PP MANIQU berharap dapat menghasilkan konten-konten dakwah yang dikemas dengan gaya visual yang segar dan mudah dicerna oleh audiens milenial.

“Kita harus terus berinovasi dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah agar dapat diterima dengan baik oleh generasi muda. Videografi adalah salah satu cara yang efektif untuk mengemas pesan-pesan tersebut dengan cara yang menarik dan relevan bagi mereka,” ungkap Mas Also.

Dengan melibatkan generasi muda dalam proses produksi konten dakwah, PP MANIQU juga berharap dapat meningkatkan kepercayaan diri dan rasa memiliki mereka terhadap pesan-pesan dakwah yang disampaikan.

“Ketika mereka terlibat langsung dalam proses kreatif, mereka akan merasa lebih terhubung dengan pesan yang ingin disampaikan. Ini akan membuat pesan dakwah lebih mudah diterima dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Dhofier.

Penutup

Pelatihan Kreasi Konten untuk Dakwah Digital dan Promosi Produk yang diselenggarakan oleh Pesantren Milenial PP MANIQU ini merupakan terobosan penting dalam upaya membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan di era digital. Dengan mengintegrasikan digital marketing sebagai alat untuk berdakwah sekaligus mewujudkan kemandirian ekonomi, pelatihan ini memberikan bekal yang sangat berharga bagi para pesertanya.

Melalui pelatihan ini, PP MANIQU berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral dan tanggung jawab sosial yang tinggi. Dengan mengombinasikan pendidikan agama tradisional dengan keterampilan digital, pesantren milenial ini berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman dengan landasan iman yang kuat.

“Kami percaya bahwa dengan memberikan bekal yang tepat, generasi muda akan mampu menjadi agen perubahan yang positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar mereka. Pelatihan ini adalah langkah awal untuk mewujudkan harapan tersebut,” tutup Mas Also dengan penuh semangat.

Dengan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk Direktorat KSKK Kementerian Agama RI dan MTT (Majelis Telkomsel Taqwa), PP MANIQU berharap dapat terus mengembangkan program-program serupa yang bermanfaat bagi masyarakat luas.*

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Via Whatsapp
CS Kami
Tertarik Untuk Mengikuti Program Kami??
Buruan Chat Kami :)